SYEKH IBNU ATHA'ILLAH

Siapa Syekh Ibnu Atha'illah ?

Beliau adalah salah satu Tokoh sufi yang terkenal melalui kitab yang ditulisnya yaitu Kitab " Al-Hikam "

Nama lengkap beliau adalah Syekh Ahmad ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari.
Lahir di Iskandariah (Mesir) pada thn 648 H/1250 M.

Julukan Al-Iskandari atau As-Sakandari  merujuk pada kota kelahiran beliau.
Sedangkan  Beliau meninggalnya  di Kairo pada thn 1309 M.

Sejak kecil, beliau dikenal gemar belajar,Ia menimba ilmu dari beberapa syekh secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu Al-Abbas Ahmad ibnu Ali Al-Anshari Al-Mursi, murid dari Abu Al-Hasan Al-Syadzili, pendiri tarikat Al-Syadzili. Dalam bidang fiqih ia menganut dan menguasai Mazhab Maliki, sedangkan di bidang tasawuf ia termasuk pengikut sekaligus tokoh tarikat Al-Syadzili.

Ibnu Atha'illah tergolong ulama yang produktif. Tak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya. Meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah kitab Al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opusnya. Kitab itu sudah beberapa kali disyarah. Antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibnu Ibad Ar-Rasyid-Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibnu Ajiba.

Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath Al-Tadbir, Unwan At-Taufiq fi’dab Al-Thariq, Miftah Al-Falah dan Al-Qaul Al-Mujarrad fil Al-Ism Al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syekhul Islam ibnu Taimiyyah mengenai persoalan tauhid.

Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun.

Ibnu Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara Ibnu Atha'illah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at.

Ibnu Atha'illah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih.
Ia menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan.
Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat.

Ia dikenal sebagai master atau syekh ketiga dalam lingkungan tarikat Syadzili setelah pendirinya Abu Al-Hasan Asy-Syadzili dan penerusnya, Abu Al-Abbas Al-Mursi. Dan Ibnu Atha'illah inilah yang pertama menghimpun ajaran-ajaran, pesan-pesan, doa dan biografi keduanya, sehingga khazanah tarikat Syadziliyah tetap terpelihara.

Meski ia tokoh kunci di sebuah tarikat, bukan berarti aktifitas dan pengaruh intelektualismenya hanya terbatas di tarikat saja. Buku-buku Ibnu Atha'illah dibaca luas oleh kaum muslimin dari berbagai kelompok, bersifat lintas mazhab dan tarikat, terutama kitab Al-Hikam.

Kitab Al-Hikam ini merupakan karya utama Ibnu Atha’illah, yang sangat populer di dunia Islam selama berabad-abad, sampai hari ini. Kitab ini juga menjadi bacaan utama di hampir seluruh pesantren di Nusantara.

Syekh Ibnu Atha’illah menghadirkan Kitab Al-Hikam dengan sandaran utama pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Guru besar spiritualisme ini menyalakan pelita untuk menjadi penerang bagi setiap salik, menunjukkan segala aral yang ada di setiap kelokan jalan, agar kita semua selamat menempuhnya.

Kitab Al-Hikam merupakan ciri khas pemikiran Ibnu Atha’illah, khususnya dalam paradigma tasawuf. Di antara para tokoh sufi yang lain seperti Al-Hallaj, Ibnul Arabi, Abu Husen An-Nuri, dan para tokoh sufisme falsafi yang lainnya, kedudukan pemikiran Ibnu Atha’illah bukan sekedar bercorak tasawuf falsafi yang mengedepankan teologi.

Tetapi diimbangi dengan unsur-unsur pengamalan ibadah dan suluk, artinya di antara syari’at, tarikat dan hakikat ditempuh  dengan cara metodis.
Corak Pemikiran Ibnu Atha’illah dalam bidang tasawuf sangat berbeda dengan para tokoh sufi lainnya. Ia lebih menekankan nilai tasawuf  pada ma’rifat.

Adapun pemikiran-pemikiran tarikat tersebut adalah:

Pertama,
tidak dianjurkan kepada para muridnya untuk meninggalkan profesi dunia mereka.
Dalam hal pandangannya mengenai pakaian, makanan,  dan kendaraan yang layak dalam kehidupan yang sederhana akan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah dan mengenal rahmat Illahi. 

"Meninggalkan dunia yang berlebihan akan menimbulkan hilangnya rasa syukur. Dan berlebih-lebihan dalam memanfaatkan dunia akan membawa kepada kezaliman. 

Manusia sebaiknya menggunakan nikmat Allah SWT dengan sebaik-baiknya sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya," kata Ibnu Atha'illah.

Kedua,
tidak mengabaikan penerapan syari’at Islam. Ia adalah salah satu tokoh sufi yang menempuh jalur tasawuf hampir searah dengan Al-Ghazali, yakni suatu tasawuf yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. 

Mengarah kepada asketisme, pelurusan dan penyucian jiwa (tazkiyah an-nafs), serta pembinaan moral (akhlak), suatu nilai tasawuf yang dikenal cukup moderat.

Ketiga,
zuhud tidak berarti harus menjauhi dunia karena pada dasarnya zuhud adalah mengosongkan hati selain daripada Tuhan.
Dunia yang dibenci para sufi adalah dunia yang melengahkan dan memperbudak manusia.

Kesenangan dunia adalah tingkah laku syahwat, berbagai keinginan yang tak kunjung habis, dan hawa nafsu yang tak kenal puas. "Semua itu hanyalah permainan (al-la’b) dan senda gurau (al-lahwu) yang akan melupakan Allah. Dunia semacam inilah yang dibenci kaum sufi," ujarnya.

Keempat,
tidak ada halangan bagi kaum salik untuk menjadi miliuner yang kaya raya, asalkan hatinya tidak bergantung pada harta yang dimiliknya.

Seorang salik boleh mencari harta kekayaan, namun jangan sampai melalaikan-Nya dan jangan sampai menjadi hamba dunia.

Seorang salik, kata Atha'illah, tidak bersedih ketika kehilangan harta benda dan tidak dimabuk kesenangan ketika mendapatkan harta.

Kelima,
berusaha merespons apa yang sedang mengancam kehidupan umat, berusaha menjembatani antara kekeringan spiritual yang dialami orang yang hanya sibuk dengan urusan duniawi, dengan sikap pasif yang banyak dialami para salik.

Keenam,
tasawuf adalah latihan-latihan jiwa dalam rangka ibadah dan menempatkan diri sesuai dengan ketentuan Allah.

Bagi Syekh Atha'illah, tasawuf memiliki empat aspek penting yakni berakhlak dengan akhlak Allah SWT, senantiasa melakukan perintah-Nya, dapat menguasai hawa nafsunya serta berupaya selalu bersama dan berkekalan dengan-Nya secara sunguh-sungguh.

Ketujuh,
dalam kaitannya dengan ma’rifat Al-Syadzili, ia berpendapat bahwa ma’rifat adalah salah satu tujuan dari tasawuf yang dapat diperoleh dengan dua jalan; mawahib, yaitu Tuhan memberikannya tanpa usaha dan Dia memilihnya sendiri orang-orang yang akan diberi anugerah tersebut; dan makasib, yaitu ma’rifat akan dapat diperoleh melalui usaha keras seseorang, melalui ar-riyadhah, dzikir, wudhu, puasa ,sahalat sunnah dan amal shalih lainnya.


Demikian uraian singkat tentang Syekh Ibnu Atha'illah.
semoga postingan ini ada manfaatnya .






Salam santun : Haeruddin Purnawanto



KISAH GURU MURSYID dan MURID NYA

Murid yang masih muda, tanpa sepengetahuan gurunya mempunyai sedikit simpanan emas.

Gurunya itu tak berkata apa-apa, dan suatu hari mereka pergi bersama-sama dalam suatu perjalanan. 

Akhirnya mereka sampai ke sebuah lembah yang gelap, di tempat masuk ke lembah itu terbentang dua jalan.
Si murid mulai khawatir, sebab emas (memang) merusak pemiliknya.

Gemetar ia pun bertanya pada Gurunya, 

“Jalan mana yang mesti kita tempuh?” 

Lalu Gurunya pun menjawab, 
“Bebaskan dirimu dari apa yang membuatmu khawatir itu, 
maka jalan mana pun tak menjadi soal. 
Setan takut akan orang yang tak mempedulikan uang, dan cepat akan menghindar daripadanya. 
Demi sebutir emas kau membelah sehelai rambut. 

Pada hakikatnya , emas itu seperti keledai yang lumpuh,tak ada harganya dan hanya merupakan beban bagi pemiliknnya.

Bila kekayaan datang pada seseorang dengan tak disangka-sangka, 

mula-mula akan membuatnya bingung, kemudian menguasainya.

Ia yang terikat dengan cinta akan uang dan harta milik, terikatlah tangan dan kakinya dan dilontarkan ke dalam lubang-penjara. 

Hindarilah lubang penjara yang dalam ini jika kau bisa,jika tidak, tahan nafasmu, sebab udara didalamnya amat luar biasa pengapnya.”



Demikian percakapan antara Seorang Guru mursyid dan muridnya , semoga ada Hikmah yang bisa kita petik dari kisah diatas.


Salam Santun  dari Blogger.






Sumber:
Dari Mantiqut thair by Faridu'd-Din Attar




KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN



Apa saja keutamaan bulan Ramadhan?

Mari luangkan sedikit waktu untuk membaca dan menyimak postingan ini dengan memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan pemahaman dan kebeningan hati supaya Kita mampu memetik hikmah dari apa yang Kita baca.



Allah berfirman dalam QS -  Al- Baqarah  ayat 183 yang terjemahaan nya sbb:

" Wahai orang-orang yang beriman ,diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu ...... "

Sa'id bin Jabir .ra berkata; "puasa orang-orang sebelum kita adalah mulai dari ataman (sepertiga malam yang pertama) sampai kepada malam berikutnya , sebagaimana yang telah terjadi pada permulaan Islam.

"segolongan Ulama berkata,"puasa itu merupakan kewajiban atas orang-orang Nasrani.

Lalu puasa itu sering terjadi pada musim yang sangat panas dan musim yang terlaulu dingin.

Puasa itu terasa sangat memberatkan mereka pada saat mereka mengadakan perjalanan dan sebahagian kehidupan.

Lalu pemimpin- pemimpin mereka  sepakat untuk menjadikan puasa pada suatu musim dalam setahun,yaitu antara musim penghujan dan kemarau.

Maka mereka menentukan pada musim bunga dan menambahkkan puasa sepuluh hari lagi sebagai penutup terhadap apa yang mereka perbuat.

Kemudia ada seorang raja yanng menambahkan puasa seminggu lagi kalau Dia sembuh dari sakitnya.

Kebetulan raja itu benaran sembuh dari sakitnya, sehingga Dia betul-betul menambahkan puasa seminggu lagi.

Setelah raja itu meninggal dan digantikan oleh raja yang lain,Dia berkata: "sempurnakanlah ia menjadi 50 hari"  kemudian mereka di timpa kematian,yaitu kematian ternak yang merajalela.

Lalu raja berkata kepada mereka, " tambahkanlah puasamu" lalu mereka menambah sepuluh hari,bahkan mereka menambah sepuluh hari setelah itu.

Dikatakan pula," Tidak ada sebuah umatpun melainkan mereka diwajibkan puasa Ramadhan.
Hanya saja ,mereka kemudian tersesat(menjadi lupa)dari puasa Ramadhan itu".

Al-Baghawi berkata " yang sahih bahwa Ramadhan adalah nama sebuah bulan dari kata "Ramdha" yaitu batu yang dipanaskan(dibakar), karena mereka telah berpuasa dalam waktu panas yang memuncak.

Sebab ketika orang arab ingin meletakkan nama-nama bulan,bertepatan sekali , bahwa bulan itu ada pada musim panas yang dahsyat.

Maka dikatakan atau disebut begitu karena membakar beberapa dosa.
Dan diwajibkan pada tahun kedua Hijrah.

Beberapa hadist menjelaskan keutamaan bulan puasa ini, salah satunya sabda Nabi Muhammad Saw " Apabila datang malam pertama dari bulan Ramadhan, semua pintu pintu surga dibuka,tidak ditutup satu pun selama satu bulan penuh". Dan Allah swt ,memerintahkan malaikat penyeru untuk menganjurkan,
"wahai orang yang mencari kebaikan, menghadaplah", wahai orang yang mencari kejahatan bertahanlah.

Lalu Dia berkata:

  • Adakah seorang yang memohon ampun ,tentu dia diampuni
  • Adakah orang yang meminta, tentu akan dituruti permintaannya
  • Adakah orang yang bertaubat, tentu Ia akan diterima taubatnya.
Dia tidak henti-hentinya berkata begitu sampai fajar memancar.

Setiap malam hari raya fitrah Allah akan membebaskan sejuta orang dari neraka yang sebelumnya telah berhak disiksa.

Salman al farisi. ra ;
Rasulullah saw , telah berkhutbah kepada Kami pada hari terakhir bulan sya'ban,
"Wahai sekalian manusia,benar-benar telah menaungimu sebuah bulan yang besar" didalamnya terdapat malam lailatul qadar yang lebih utama daripada seribu bulan.

Allah menjadikan puasanya menjadi fardhu dan beribadah (mendirikan sholat) pada malamnya sebagai sunat.

Barang siapa mendekatkan diri dengan kebaikan pada bulan itu , maka dia seperti orang yang menunaikan kewajiban pada waktu lain.

Barang siapa yang menunaikan sebuah fardhu,maka dia seperti orang yang menunaikan tujuh puluh kewajiban pada waktu yang lain.

Dia adalah bulan kesabaran ,sedangkankan kesabaran pahalanya adalah surga
Dia adalah bulan pertolongan
Dia adalah bulan penambahan rezeki seorang mukmin.

Barang siapa yang memberi buka pada seorang yang berpuasa,maka bagi dia pahalanya sama dengan memerdekakan budak yang telah terampuni dosa-dosanya.

Lalu Kami berkata,
"ya Rasulullah ,kami ini tidak menemukan sesuatu yang dapat digunakan memberi buka pada orang yang berpuasa"

Kemudian Beliau bersabda,
"Allah memberikan pahala pada orang yang memberikan buka pada orang berpuasa secicipan susu, seteguk air, atau sebutir kurma.

Dan barang siapa yang membuat kenyang orang  berpuasa maka  akan diampuni dosa-dosanya dan Tuhan akan memberikan minuman dari telagaku, dimana dia tidak akan merasa haus setelah itu untuk selama-lamanya.

Disamping itu dia mendapatkan pahala semisal pahala orang yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun.

Awal bulan itu penuh dengan rahmat, pertengahan penuh ampunan dan terakhir pembebasan dari neraka.

Dan barang siapa memberi keringanan pada budak yang dimilikinya , maka Allah akan memerdekakannya dari neraka.

Dengan demikian,maka perbanyaklah  dari empat hal;
dua hal kamu akan membuat ridho pada Tuhanmu,dan dua hal lagi kamu selalu membutuhkannya.

Dua hal yang pertama adalah;

  • Kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah
  • Dan kamu memohon ampun kepadanya.
Dua hal yang kedua adalah;

  • Kamu meminta surga kepada Allah
  • Dan berlindung kepadanya dari neraka.
Diantara hadist yang menerangkan keutamaanya lagi adalah, sabda Nabi Muhammad Saw;

  • "Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan Iman dan mencari pahala,maka dosanya yang lalu dan yang akan datang akan diampuni".
  • "Setiap amal anak cucu Adam adalah baginya,kecuali puasa,maka sesungguhnya puasa itu adalah milikKu dan Aku akan membalasnya."
  • "Umatku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan pada umat manapun sebelum mereka"
Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi ALLAH daripada wangi misik,
Malaikat-malaikat memohonkan ampun untuk mereka hingga berbuka, setan setan yang keterlaluan dibelenggu,
Allah swt menghias surga setiap hari ,setiap orang yang beramal akan di penuhi pahalanya apabila dia telah menyempurnakan amalannya.



Wallahu a'lam bisowab...







Sumber:

Kisah ini Kami kutip dari kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Al Ghazali
yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Mahfudli Sahli
dengan judul " Dibalik ketajaman mata hati" Penerbit Pustaka Amani-jkt.
Bab 41 tentang keutamaan bulan ramadhan yang agung (hal 485-488).


Catatan Blogger:
Semoga postingan ini ada manfaatnya buat Anda dan buat Saya pribadi.
Mohon tinggalkan koment sebagai masukan buat kami, akhirnya demikian dulu dan salam santun dari saya.

Haeruddin Purnawanto.










WALI ALLAH YANG DISELAMATKAN oleh KOTORAN NYA.

Dikisahkan kembali oleh: Haeruddin Purnawanto.

Dikisahkan bahwa ada seorang wali Allah yang begitu alim,taat dan sangat senang menuntut ilmu Allah.
Meskipun Dia setara wali tapi tetap saja Dia merasa ilmunya masih sangat dangkal sehingga Dia setiap hari terus bolak balik ke masjid mengikuti pengajian dan terus belajar dari ustazd dan Kiai begitulah rutinitasnya .

Dia merasa masih banyak sekali ilmu yang belum diketahuinya,begitu kerdilnya diri Dia dihadapan Allah.
Semakin banyak yang Dia pelajari,maka semakin bertambah pula yang belum Dia ketahui ,begitu seterusnya.

Hampir 70 tahun Dia melakukan ibadah dengan ketaatan kepada Allah aza wajallah.
Sampai disuatu hari Allah memberikan ujian kepadanya yaitu satu ujian yang luar biasa dan pernah Dia temukan sebelumnya.
Dimana keteguhan iman nya benar -benar diuji oleh Allah Subhana Wataala.

Pada saat  berjalan menuju masjid seperti biasanya,Dia bertemu dengan seorang wanita,lalu wanita itu memanggilnya.

Siwanita itu mengatakan kepada wali Allah ( Abid) bahwa dirumahnya ada barang yang ingin diangkatnya tapi siwanita tersebut tidak kuat mengangkatnya sendiri,maka  siwanita itu meminta kesudihan hati si Abid agar kiranya mau membantunya.

Yah,,, yang namanya si Abid orang baik,sudah pasti Dia menyanggupi untuk membantu siwanita tersebut dengan senang hati,sambil berucap Insya Allah saya akan menolong semampunya.

Lalu wanita tersebut mengajak si Abid ke rumahnya dan begitu sampai dirumah wanita tersebut, si Abid dipersilahkan masuk dan siwanita mengikutinya dari belakang sambil menutup pintu rapat-rapat lalu dikunci dan kuncinya dia selipkan di dalam dadanya, si Abid melongo melihat pintu yang terkunci.

Kenapa pintunya harus dikunci? begitu tanya si Abid pada wanita itu, dan wanita hanya tersenyum sekilas lalu berucap," sebenarnya tiada barang yang perlu diangkat, tapi cukup kamu angkat saya saja dan marilah Kita bersenang-senang karena hanya Kita berdua di dalam rumah ini, begitu rayu si wanita tersebut.

Kemudian wanita itu menanggalkan satu persatu pakaiannya sampai tak tersisa sehelai kainpun ditubuhnya,lalu wanita itu berkata:

"Wahai Abid kemarilah kau setubuhi Aku kemudian Kau pulang kerumahmu dan bertaubat,Allah kan maha pengampun dan peneerima taubat" begitulah godaan dan tipu daya syaitan yang menjelma dalam diri wanita tersebut.

Wali Allah (Abid) sangat terkejut dan dalam hatinya berdoa" Yaa Allah andai Engkau menerima ibadahku yang hampir 70 tahun ini, mohon selamatkanlah Aku dari dosa ini yaa Allah.

Tiba-tiba ada suara ghoib menyapa,suara ini tentunnya hanya didengar oleh hati yang suci bersih saja , bukan pada hati yang kotor penuh noda.

"Wahai Abid, andai engkau ingin selamat dari wanita ini maka pergilah Engkau ke wc rumahnya" begitu suara yang didengar oleh Abid dari dalam hatinya.
karena si Abid yakin itu pertolongan Allah,maka si Abid lantas mengajukan syarat kepada wanita itu, "Aku mau berzina denganmu tapi izinkan Aku kebelakanng dulu untuk melepaskan hajat dulu" lalu disetujui dan dipersilahkan oleh wanita itu.

Si Abidpun berserah kepada Allah agar selamat dari Fitnah ini, kemudian si Abid bergegas kebelakang dan langsung masuk WC dalam keadaan resah dan menggigil ketakutan.

Setelah sudah membuang hajatnya,suara ghaib itu hadir lagi,dalam hati si Abid berdoa lagi, " yaa Allah andai Engkau menerima ibadahku selama ini,mohon selamatkanlah Aku dari dosa ini yaa Allah"

Lalu suara ghaib itu terdengar lagi:
"wahai Abid jika Kamu ingin selamat dari wanita itu,ambillah najis yang ada dilobang WC itu,kemudian lumurilah badanmu kemudian kembalilah pada wanita itu"

Si Abid dengan penuh ketaatan ,mengikuti apa yag dikehendaki oleh suara ghaib itu,setelah itu keluarlahlah dia dari WC dan menghampiri wanita itu yang telah menunggunya dari tadi.


Lalu apa yang terjadi?

Wanita itu berteriak sambil menutup hidungnya ,busuk sekali Kau Abid Aku mengajakmu bersetubuh tapi kenapa kau lumuri badanmu dengan kotoran seperti itu? Cepat keluar Kau dari sini bentak wanita itu.


Wali Allah itupun segera keluar dan bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkan dirinya sehingga Dia bisa lolos dari godaan dan ujian ini.

Wali Allah itu kemudian melangkahkan kakinya menelusuri jalan menuju sungai untuk membersihkan diri lalu melanjutkan perjalanannya menuju masjid guna mengikuti pengajian seperti biasanya.

Karena datangnya  agak telat terpaksa Dia duduk di barisan paling belakang karena tempatnya sudah ditempati orang lain padahal biasanya Dia duduk di barisan paling depan untuk mendengarkan pengajian dari kiainya.

Sementara sedang asyiknya sang kiai menyampaikan pengajiannya kepada santrinya,tiba-tiba sang kiai menghentikan pengajiannya,karena beliau mencium sesuatu bau yang mengundang perhatiannya,lalu beliau bertanya kepada semua santrinya.

Siapa diantara kalian yang berbau? pertanyaan itu dilontarkan berulang kali oleh sang Kiai.
"Akulah insan yang berbau itu" jawab walli Allah itu meskipun cuma dibisikan dalam hatinya.
Dia tidak mampu untuk mengangkat tangannya,karena Dia merasa tadi telah melumuri badannya dengan kotoran namun Dia tak mampu untuk mengatakannya.

Baik jika tak ada yang mau mengaku ,biarlah Aku yang mencium satu persatu begitu kata sang Kiai,lantas sang Kiai bangun dan berjalan mendekati santrinya sambil mencium satu persatu mulai dari barisan paling depan terus kebelakang tapi sang Kiai belum menemukan juga hingga sampai kepada giliran wali Allah yang duduk paling belakang ,sang Kiai mencium lalu bertanya, "wahai Abid dari manakah Kau peroleh bau ini?" pertanyaan ini berulang kali ditanyakan oleh sang Kiai.

Akhirnya si Abid menjawab dan mengatakan bahwa Dia telah melumuri badannya dengan kotoran tapi sebelum Dia ketempat ini tadi Dia sudah membersihkan diri di sungai.

"Ketahuilah olehmu wahai Abid,bau wangian ini adalah bau wangian para Nabi dan rosul di Syurga,Engkau sudah memperolehnya wahai kekasih Allah,begitu kata sang Kiai" yang juga merupakan wali Allah dan memang ada hubungan rasa antara wali Allah yang satu dengan wali Allah yang lain. 


"Wahai Abid mulai saat ini Engkaulah yang lebih pantas mengajar ditempat ini" begitu selanjutnya kata sang Kiai.



Maka mulai saat itu si Abid yang menjadi pengajar di tempat tersebut,sebab Allah telah mengangkat derajatnya oleh karna kesucian hatinya.


Demikianlah kisah singkat ini semoga ada manfaatnya buat Kita.



Catatan blogger:

  • Kita terkadang harus rela mengotori tubuh Kita demi untuk menjaga kebesihan dan kesucian hati Kita.
  • Salam santun dari Blogger.